Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2020

Resensi Novel si Anak Badai Karya Tere Liye

 
Si Anak Badai - Tere Liye

  • Identitas Buku
Judul                   : Si Anak Badai
Penulis                : Tere Liye
Penerbit               :Republika Penerbit
Tahun terbit         : 2019
Ketebalan buku   : 322 halaman, 21cm
ISBN                    : 978-602-5734-93-9
Genre                   : novel fiksi penunjang kepustakaan (SU)
Harga                   : Rp 70.000,00


  • Tentang Penulis
Tere Liye dengan nama aslinya Darwis, adalah salah satu penulis paling produktif di Indonesia. Lahir dan besar di Lahat, Sumatera. Karyanya banyak di kenal masyarakat, bahkan beberapa telah di filmkan. Novel-novelnya selalu menjadi bagian buku-buku best seller dan telah menerbitkan lebih dari 30 novel.
  • Sinopsis 
"Badai kembali membungkus kampung kami. Kali ini aku mendongak, menatap jutaan tetes air hujan dengan riang. Inilah kami, Si Anak Badai. Tekad kami sebesar badai. Tidak pernah kenal kata menyerah."
Seperti blurb di atas, buku ini menceritakan sekumpulan anak-anak yang dijuluki Si Anak Badai yang hidup dan tumbuh ditemani suara aliran sungai, riak permukaan muara, dan deru ombak lautan. Mereka hidup damai di kampung mereka hingga badai besar yang dibawa Sang Perompak datang menyerbu kampung. Badai sebenarnya yang akan meratakan rumah-rumah penduduk, proyek pelabuhan besar. Si Anak Badai yang penuh tekad dan keberanian mempertahankan apa yang menjadi milik mereka.

Cerita dimulai dengan kisah keseharian anak-anak kampung Manowa, yang sering menyelam di sungai menunggu kapal-kapal melempar koin kepada mereka. Termasuk Zaenal yang biasa disebut Za, si tokoh utama dalam cerita.  Terkadang cerita berkutat dengan aktivitas Za dan adiknya yang membantu mamak mengantar pesanan jahitan, memancing ikan di laut atau ke pasar menjual ikan.

Kehidupan di Manowa berjalan damai hingga datang utusan dari kota yang membawa kabar bahwa Manowa akan dibangun pelabuhan dan seluruh warga harus pindah. Dari situlah konflik dimulai, geng Si Anak Badai yang mendengar kabar tersebut tidak tinggal diam. Mereka menyusun strategi menggagalkan rencana tersebut.




"setiap orang melakukan kesalahan. Yang membedakan antara orang yang melakukan kesalahan itu adalah ada yang belajar dari kesalahannya, ada juga yang tidak mengambil pelajaran apa-apa dari kesalahan itu" - halaman 72

  • Ulasan
 Sebagai penggemar Tere Liye, aku baca novel ini nggak terlalu excited. Buku ini lebih banyak menceritakan kehidupan sehari-sehari warga kampung dan anak-anaknya. Sampai setengah buku aku baca konfliknya belum terangkat dan bertanya-tanya ini ada konfliknya atau hanya begini saja? Di bab-bab akhir konflik baru muncul dan ditutup dengan penyelesaian yang terburu-buru. Rate 3,8/5 ⭐

Review Buku Persona : Prescription Karya Anton Tanjung

prescription - Anton Tanjung

  • Identitas Buku
Judul                   : Prescription
Penulis                : Anton Tanjung
Penerbit              : PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit        : 2018
Ketebalan buku  : 164 halaman
ISBN                   : 978-602-04-8917-9
Genre                  : Fiction & literature
Harga P. Jawa    : Rp 62.800,00


  • Tentang Penulis
Anton Tanjung sering dipanggil Atek/Njung, kelahiran 21 November 1994 di Pekanbaru. Berasal dari keluarga campuran nasi padang dan bika ambon, lulusan FK Universitas Gajah Mada ini termasuk anak yang supel, bisa bergaul dimana saja, dan sering mencoba hal-hal baru. Hobi lainnya adalah jalan-jalan keliling dunia.
  • Sinopsis
Prescription adalah debut dari Anton Tanjung, pengalaman hidup mulai dari naksir cewek, Sampai kemudian perjalanan menempuh pendidikan kedokteran tertuang dalam buku kumpulan cerita komedi ini. Dibalik foto-foto coolnya yang instagrammable, ia menyimpan cerita yang membuat kita percaya bahwa tak ada gading yang tak retak.

Kisah si penulis bermula dari TK, yang menceritakan kisah cintanya yang bisa dibilang prematur, saat itu ia sudah mulai menyiukai teman sekelasnya. Berlanjut ke bab 2 yang menceritakan masa-masa SMP dan SMA nya bersama teman segeng, keseruan ikut organisasi, sampai kisah mistis saat acara sekolah. 

Di bab 5, si penulis mulai bercerita kembali tentang kisah cintanya yang berjalan kurang mulus, kenalan dengan orang baru dan masa-masa kuliahnya. Beberapa kisah masa kecil juga diceritakan, pengalaman berkesan dengan kakaknya Cacha, liburannya yang berkesan. Semua momen si penulis yang sangat berkesan dari mulai TK sampai kuliah diceritakan semua disini.
  • Ulasan
"Ternyata hidup Itu seperti deretan resep yang diberikan dokter kepada pasiennya. Kita nggak pernah tahu apa yang dituliskan sang dokter dalam resep tersebut, tapi saat kita membawanya ke apotek, kita diberi obat yang dibutuhkan untuk sehat kembali. Sebelumnya gue nggak pernah tahu jawaban atas rangkaian usaha serta doa-doa gue, sampai kemudian Tuhan memberikan pilihan yang bukan cuma gue inginkan, tapi juga yang gue butuhkan." Halaman 156

Aku mulai baca buku ini sejak follow instagramnya pak dokter, dan baru tau kalau pak dokter ini nerbitin buku. Jadi penasaran kan buku yang di tulis dokter seperti apa. Setelah selesai baca komentarku adalah ... well ini buku emang pure pengalaman pribadi penulis, dibuat menjadi kumpulan cerita per bab. Untukku buku ini tidak masuk dalam selera bacaanku karena aku lebih suka cerita yang nggak sepotong-sepotong. Kumpulan cerita per bab emang ringan dibaca untuk orang yang nggak terlalu suka baca, buku ini termasuk ringan ceritanya dan gampang diterima. Tapi karena aku pribadi suka bacaan berat-berat jadi yaa kurang cocok aja dengan seleraku. Tapi seenggaknya buku ini sudah menjawab rasa penasaranku. Rate 3,5/5⭐

Minggu, 08 Maret 2020

Review Novel Tiga Dunia Si Pencuri Karya Rama Nugraha


Tiga Dunia Si Pencuri - Rama Nugraha
  • Identitas Buku
Judul                  : Tiga Dunia Si Pencuri
Penulis               : Rama Nugraha
Penerbit              : Penerbit Histeria
Tahun terbit        : 2017
Ketebalan buku  : v+581 halaman
ISBN                    : 978-602-5469-33-6
Genre                  : fantasi

  • Tentang Penulis
Rama Nugraha lahir di Jakarta, pada 1987. Putra dari seorang wiraswasta dan guru SMA. Rama lulusan Teknik Informatika dari INTI College Indonesia. Terakhir bekerja di sebuah perusahaan media online (2012), sebelum memutuskan berhenti untuk menulis karya novel pertamanya, Tiga Dunia.
  • Sinopsis
Tiga Dunia
Tiga Dunia berkisah tentang Neena. Manusia yang mampu bernapas di dalam air. Di permukaan, mereka hidup dengan saling memerintah. Mengembangkan peradaban. Ditemani mesin dan sihir. Membangun rumah-rumah di atas air dan negeri hijau di kaki langit biru.

Sementara kaum buangan memutuskan lari, turun ke Dunia Bawah yang menyala dialiri sungai merah. Mereka berteman dengan makhluk-makhluk raksasa. Menghindari hukum para Raja. Jauh dari keduanya, jatuh lebih dalam ke kedalaman gelap yang beku dan hampa. Di antara ngarai yang mampu menelan gunung-gunung. Entitas makhluk tak berwujud tetap dilahirkan. Ditugaskan menjaga Dasar Dunia. Kelak peperangan tumpah meluluhlantakkan ketiga dunia.

Si Pencuri
Datan Woudward saat itu berumur 7 tahun ketika dia bertemu dengan Ana, seorang anggota Persaudaraan Royan di pasar malam yang mampu menidurkan seluruh pengunjung.  Sejak saat itu ia memiliki obsesi untuk bertemu kembali dengan Ana dan bergabung dengan Persaudaraan Royan. Persaudaraan Royan adalah kelompok bayaran yang disewa untuk mencuri benda-benda penting dan membunuh. Dalam prosesnya untuk menjadi Royan, Datan digembleng oleh ayahnya yang tidak biasa dan menyimpan suatu rahasia yang kelak harus Datan cari tahu sendiri.

Setelah berhasil bergabung dengan Persaudaraan Royan, Datan melaksanakan misi pertamanya di Fardas untuk mencuri permata Zu. Dan disanalah kesialannya dimulai. Ia bertemu dengan pembunuh kejam, Nymeria yang membuatnya harus kehilangan orang yang berharga baginya dan membawanya berkelana jauh untuk mencari fakta siapakah Ana sebenarnya, benda apakah permata Zu itu yang sebenarnya dan menguak misteri-misteri lainnya.

  • Ulasan
Kutipan favorit:
"Itu! Itu masalahnya! Tidak ada orang sinting yang sadar kalau dia sinting, Ayah!" halaman 533
well kutipan yang sangat menarik haha. Novel ini tergolong tebal hampir 600 halaman tapi endingnya sungguh mengecewakan karena bersambung haha. Aku kira dengan tebal segini cukup untuk menuntaskan semua misteri-misteri yang ada dan ternyata tidak cukup. Dan disinilah aku baru menyadari kalau Tiga Dunia adalah judul utamanya dan Si pencuri adalah sub judulnya yang berarti bakal ada sub judul sub judul yang lain yang membahas tentang Tiga Dunia ini.

Dari segi cerita, untuk penulis yang baru pertama menerbitkan novel, ceritanya cukup menarik dan punya konsep yang jelas. Terbukti dengan tidak adanya paragraf yang aku skip ketika membaca berarti aku enjoy dengan ceritanya. Di satu sisi aku agak terganggu dengan cara penulis mendiskripsikan benda-benda unik yang hanya ada di dunia novel ini, karena susah sekali mengimajinasikannya walaupun sudah aku bayangkan tetap belum bisa menggambarkan seperti apa wujudnya atau imajinasiku yang kurang? haha

Ketika sampai di bab-bab terakhir aku mulai mencatat misteri-misteri apa saja yang belum terpecahkan dan ternyata ada lumayan banyak. Dan aku mulai bertanya-tanya kenapa sudah setengah buku lebih masih membahas problemnya dan kenapa belum mulai anti klimaksnya. Apakah bisa dengan beberapa halaman lagi semua masalah yang banyak itu bakal terungkap satu per satu. Dan ternyata bersambung saudara-saudara :') buku ini mengenalkan problemnya saja dan belum ada penyelesaiannya. Well, buku ini terbit tahun 2017 dan sekarang sudah 2020 dan aku cari info belum ada tanda-tanda buku kedua akan terbit.

Sabtu, 22 Februari 2020

Review Buku Soekarno Jiwa Indonesia yang Terus Menyala - Djoko Pitono HP

Soekarno Jiwa Indonesia yang terus menyala - Djoko Pitono HP
 "Pemerintah (Soeharto) itu pinter, membuat saya seperti ikan dalam aquarium tanpa air, lambat laun akan mati." - Bung Karno seperti dikutip Ny. Hartini
  • Identitas Buku
Judul                  : Soekarno Jiwa Indonesia yang Terus Menyala
Penyusun           : Djoko Pitono HP
Penerbit              : Ecosystem Publishing
Tahun terbit        : 2019
Ketebalan buku  : 339 halaman
ISBN                    : 978-623-7014-00-3
Genre                  : social sciences
Harga P. Jawa   : Rp.57.000,00

  • Tentang Penulis
Djoko Pitono HP dilahirkan di Blora, Jawa Tengah, pada 25 Desember 1953. Menempuh pendidikan di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris IKIP Surabaya (kini Universitas Negeri Surabaya), ia lulus Sarjana Muda pada 1980 dan Sarjana pada 1987. Pernah beberapa tahun mengajar bahasa Inggris termasuk di almamaternya, ayah dari empat anak ini lebih banyak bergelut dalam dunia jurnalistik dan perbukuan. Mulai menulis pada 1979 di surat kabar berbahasa Inggris: The Jakarta Times (Jakarta), pada 1980 ia menjadi wartawan Mingguan Memorandum, Harian Memorandum sebagai Redaktur Pelaksana. Dari 1986 hingga 2002, ia adalah redaktur Internasional Harian Sore Surabaya Post. Sempat melanjutkan karirnya sebagai redaktur di Harian Business Surabaya, Ekonomi Bisnis, dan Radar Surabaya, ia sekarang menjadi kolomnis di koran-koran lokal dan nasional.
 
Djoko juga dikenal sebagai promoter perbukuan, rajin mendorong kawan-kawan dan orang-orang yang dikenalnya agar menulis serta menerbitkan tulisan-tulisannya.
  • Sinopsis
Buku ini adalah salah satu dari ratusan buku tentang Bung Karno. Berisi 24 tulisan Sdr. Djoko Pitono, yang tulisannya pernah dimuat Harian Sore Surabaya Post. Buku ini disusun dengan mengabaikan tema tertentu, masing-masing judulnya bisa dinikmati sendiri, tanpa terkait dengan tulisan yang lain. Ke-24 judul itu ialah:
1. Soekarno, dimana Tempatnya Sekarang?
2.  Kartika Mencari Bapaknya
3. Bangkitkan Rakyat dengan Ramalan Jayabaya
4. Bermodal Lidah Tajam, Persatukan Bangsa
5. Bung Karno Merebut Hati Amerika
6. 26 Gelar Doctor HC bagi Bung Karno
7. Bung Karno Senang Memberi Nama Baru
8. Terpesona pada Amerika
9. Akui Sebagai Pecinta Wanita
10. Soekarno dan Soeharto dalam teropong Cornell Paper
11. Mereka Kembali Merindukan Bung Karno
12. Lukisan Perwakilan Sang Ndoro dan Sarinem
13. Menyembunyikan Bung Karno Semalam di Surabaya
14. Ratna Sari Dewi, istri Sumber Inspirasi
15. Jadikan Buku Sebagai Teman
16. Menjadi Guru Bahasa 
17. Presiden Paling Melarat
18. Memajukan Olahraga, Membangun Semangat Bangsa
19. Sumber Tulisan yang Tak Pernah Kering
20. Soekarno, Soeharto, dan Magisme Jawa
21. Bung Karno, buku, dan Lidahnya
22. Kisah tentang Bung Karno Tak Pernah Basi
23. Surat Terbuka Ny. Dewi Soekarno Kepada Jendral Soeharto
24. Soekarno

Dari 24 judul ada beberapa judul yang sangat menarik dan membekas di hati saya, yaitu Kartika Mencari Bapaknya dan Menyembunyikan Bung Karno Semalam di Surabaya.

Dalam judul Kartika Mencari Bapaknya, diuraikan bahwa Kartika telah berpisah dengan bapaknya saat ia masih kecil. Sang anak yang hanya sekali bertemu bapaknya saat sudah sekarat itu bertekad menulis buku tentang ayahnya dan sedang mengumpulkan bahan-bahan serta wawancara. 

Dalam sebuah wawancaranya dengan narasumber, Kartika menanyakan bagaimana sosok bapaknya, apakah ia seorang Marxist atau seorang komunis, dan menanyakan bagaimana peristiwa G30S terjadi, tentang orang-orang yang dekat dengan bapaknya. Pendek kata Kartika menggali informasi mengenai Bung Karno yang tidak pernah dikenalnya, hal yang sebenarnya agak miris.

Sedangkan judul Menyembunyikan Bung Karno Semalam di Surabaya tergolong unik karena kisah ini tidak banyak diketahui kalayak umum. Kala itu Bung Karno dan rombongan sdekitar 60-80 orang terbang dari Jakarta ke Bali, karena pesawat tak bisa mendarat di denpasar dan harus dilakukan pendaratan darurat di Surabaya. Hal itu membuat Moh Said, perwira intel Kodam Brawijaya dibuat pusing. Pasalnya lapangan terbang kala itu sudah tutup, sebagian besar petugas sudah pulang. said dengan petugas yang seadanya bagi-bagi tugas melakukan pendaratan. Karena rombongan yang datang berjumlah besar, Said juga kesulitan mencarikan penginapan dan tidak mungkin juga menyuruh Soekarno untuk menunggu lama. Akan tetapi ia tidak kekurangan akal. Sambil menunggu untuk mencarikan penginapan, Said mengajak Bung Karno dan rombongan untuk menonton bioskop, dengan waktu yang ada selama 2 jam itu ia gunakan untuk memesan penginapan. Uniknya, saat menuju ke bioskop Bung Karno dan rombongan berjalan kaki ke lokasi bahkan warga tidak ada yang mengenali.

  • Ulasan
Karena ditulis tanpa menggunakan tema, bagi pembaca seperti saya yang terbiasa terstruktur, buku ini sedikit membingungkan. Banyak topik yang diulang-ulang seperti Soekarno dan para wanitanya dan G30S di beberapa judul selalu muncul. Akan tetapi di luar hal itu buku ini merupakan bacaan yang bisa dibaca sambil santai dan minum kopi, buku yang ringan dan cukup menarik.

Sabtu, 07 Desember 2019

Resensi Novel Tetralogi Ther Melian Revelation Karya Shienny MS

Ther Melian Revelation - Shienny MS
  • Identitas Buku
Judul                  : Ther Melian: Revelation
Penulis               : Shienny M.S.
Penerbit              : PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit        : 2011
Ketebalan buku  : 339 halaman
ISBN                  : 978-602-02-9202-1
Genre                : novel fantasi romance

  • Tentang Penulis
Shienny adalah seorang dosen dan penulis. Ia menerbitkan novel fantasi tetralogi Ther Melian yang terdiri dari Revelation, Chronicle, Discord, Genesis. Ia juga menulis dua novel lain tentang Ther Melian yaitu series Anthology dan Recollection.
Menulis adalah passionnya sejak SD. Ia telah menulis komik pendek maupun cerita pendek dan mengirimkannya ke tabloid atau majalah sejak SMP. Buku pertamanya Past Promise diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Karyanya yang lain adalah : White Castle (2002), Love Flies (2003), Le Ciel (2004), Creating Comics Shoujo Manga Style (2004), Le Ciel The Journey Continues (2005), Love Junction (2006), Fake Angel (2006), dan Drawing Tutorial for Beginner (2008).
  • Sinopsis
"Seseorang pernah berkata kepadaku, untuk mendapatkan sesuatu yang kau dambakan, kau harus kehilangan sesuatu yang berharga bagimu. Itulah aturan main dunia ini."
Vrey, seorang gadis pencuri, memulai perjalanan untuk mencari harta legendaris yang diimpikan setiap pencuri. Valadin, seorang kesatria elvar, menjalankan misi rahasia untuk mengembalikan kejayaan bangsanya. Takdir mempertemukan keduanya ketika Vrey mencuri amulet penting yang dibutuhkan Valadin untuk menuntaskan misinya. Masa lalu mereka pun terkuak, dan sekarang mereka harus berhadapan sebagai musuh. Ini adalah pembukaan kisah mereka...

Novel ini adalah kisah permulaan dari sekuel Ther Melian yaitu buku ke satu. Ceritanya masih pure fantasi, masih tahap pengenalan tokoh-tokohnya, menjelaskan misi para tokohnya, dan belum ada romancenya haha. Tapi walaupun murni fantasi, masih tetap seru seperti novel presekuelnya  buku ke-0. Tokoh utama dalam novel ini adalah Vrey si gadis pencuri dan Valadin sang Elvar terhormat yang kisahnya sudah diceritakan sebagian di novel presekuelnya, Recollection. Jadi sebelum baca ini, baca presekuelnya dulu biar lebih nyambung. Untuk kekurangan novel ini aku rasa tidak ada, walaupun konsep ceritanya tergolong umum tapi masih bisa dinikmati dan tidak membosankan. Rate 5/5 ⭐

Jumat, 06 Desember 2019

Resensi Presekuel Novel Ther Melian Recollection Karya Shienny MS




Ther Melian Recollection - Shienny MS


  • Identitas Buku
Judul                  : Ther Melian Recollection
Penulis               : Shienny M.S.
Penerbit              : PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit        : 2013
Ketebalan buku  : 460 halaman
ISBN                  : 978-602-04-1265-8
Genre                : novel fantasi romance

  • Tentang Penulis
Shienny adalah seorang dosen dan penulis. Ia menerbitkan novel fantasi tetralogi Ther Melian yang terdiri dari Revelation, Chronicle, Discord, Genesis. Ia juga menulis dua novel lain tentang Ther Melian yaitu series Anthology dan Recollection.
Menulis adalah passionnya sejak SD. Ia telah menulis komik pendek maupun cerita pendek dan mengirimkannya ke tabloid atau majalah sejak SMP. Buku pertamanya Past Promise diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Karyanya yang lain adalah : White Castle (2002), Love Flies (2003), Le Ciel (2004), Creating Comics Shoujo Manga Style (2004), Le Ciel The Journey Continues (2005), Love Junction (2006), Fake Angel (2006), dan Drawing Tutorial for Beginner (2008).
 

  • Sinopsis
Saat berburu, Elya Menemukan seorang pemuda yang sekarat di antara jasad prajurit Falthemnar dan membawanya pulang untuk dirawat. Karena pria itu tidak mengingat jati dirinya, maka dia diberi nama Lucca, yang artinya Anak Hilang.

Sementara itu, pembunuh misterius sedang berkeliaran di Dominia dan mengancam jalannya Festival Musim Kemarau. Keadaan semakin pelik dan berbahaya. Elya berpacu dengan waktu untuk mengembalikan ingatan Lucca, sebab keselamatan semua orang di Dominia bergantung pada misi yang tidak bisa diingat pemuda itu.

Ketika satu per satu potongan ingatan Lucca mulai kembali, Elya menyadari sesuatu: ia tidak hanya mengembalikan masa lalu Lucca, tapi dia juga berhasil mengungkap sejarah kelam bangsa Elvar, aib di era Perang Besar yang terjadi lebih dari lima belas abad yang lalu.

Ini novel pertama yang aku baca dari semua seri Ther Melian, dan sangat suka dengan ceritanya. Jadilah ketagihan baca seri lainnya. Novel yang ini merupakan paket lengkap sih, ada romance yang ga lebay, ada fantasinya juga. Dari segi cerita juga menarik walaupun konsep dunia yang digambarkan tergolong umum ada manusia, elf, kurcaci dan dikemas sedemikian rupa tapi tetap bagus dan seru. Rating 5/5 ⭐

Rabu, 06 November 2019

Senyum Karyamin, Kumpulan Cerpen Bertema Ironi Karya Ahmad Tohari

Senyum Karyamin - Ahmad Tohari

  • Identitas Buku
Judul                  : Senyum Karyamin
Penulis               : Ahmad Tohari
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit        : 1989
Ketebalan buku  : 88 halaman, 21cm
ISBN                  : 978-979-22-9736-2
  • Tentang Penulis
Ahmad Tohari lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa tengah, pada tanggal 13 Juni 1948. Ia adalah sastrawan Indonesia. Ia menamatkan SMA di Purwokerto, lalu pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldrun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (1975-1976).

Dalam dunia jurnalistik, Ahmad Tohari pernah menjadi staf redaktur harian Merdeka, Majalah Keluarga, dan majalah Amanah, semuanya di Jakarta. Dalam karier kepengarangannya, penulis yang berlatar kehidupan pesantren ini telah melahirkan beberapa novel dan kumpulan cerpen. Beberapa karya fiksinya antara lain Ronggeng Dukuh Paruk, yang telah terbit dalam edisi bahasa Jepang, Jerman, Belanda, dan Inggris. Tahun 1990 pengarang yang punya hobi memancing ini mengikuti International Writing Programme di Iowa City, Amerika Serikat, dan memperoleh penghargaan The Fellow of the University of Iowa.

Ronggeng Dukuh Paruk, yang diterbitkan tahun 1982, berkisah tentang pergulatan penari tayub di dusun kecil Dukuh Paruk pada masa pergolakan komunis. Karyanya ini dianggap kekiri-kirian oleh Pemerintah Orde Baru, sehingga Tohari diinterogasi selama berminggu-minggu. Hingga akhirnya Tohari menghubungi sahabatnya Gus Dur, dan akhirnya terbebas dari intimidasi dan jerat hukum. Novel ini telah di filmkan oleh sutradara Ifa Irfansyah dengan judul Sang Penari (2011). Tohari memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para pembuat film tersebut dan berujar ini akan jadi dokumentasi visual yang menarik versi rakyat, bukan versi kota sebagaimana dalam film-film sebelumnya.

Cerpennya yang berjudul Jasa-Jasa buat Sanwirya mendapat Hadiah Hiburan Sayembara Kincir Emas 1975 yang diselenggarakan Radio Nederlands Wereldomroep. Novelnya Kubah (1980) memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama 1980. Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), Jantera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan Buku Utama tahun 1986. Novelnya Di Kaki Bukit Cibalak (1986) menjadi pemenang salah satu hadiah Sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta 1979. Pada tahun 1995 Ahmad Tohari menerima hadiah Sastra Asean, SEA Award. Sekitar tahun 2007 Ahmad Tohari menerima Hadiah Sastra Rancage.

  • Tentang Buku
Kumpulan cerita pendek ini berisi 13 cerpen Ahmad Tohari yang ditulis antara tahun 1976 dan 1986. Seperti dalam karya-karyanya terdahulu, dalam kumpulan ini pun Tohari menyajikan kehidupan pedesaan dan kehidupan orang-orang kecil yang lugu dan sederhana. Kekuatan Tohari terletak pada latar alam pedesaan yang sarat dengan dunia flora dan fauna. Selain itu, gaya bahasa Tohari lugas, jernih, tapi juga sederhana, di samping kuatnya gaya bahasa metafora dan ironi.

Dari tiga belas judul, ada satu judul yang sangat berkesan buat saya yaitu Wangon Jatilawang. Dalam cerpen tersebut diceritakan seorang yang dianggap orang lain gila karena keterbelakangan mental sehingga dihindari orang-orang sebab dipercaya membawa kesialan. Tapi ada satu orang yang tetap memperlakukannya dengan baik, memberi makan dan uang. Dan suatu ketika ia menjanjikan membelikan baju baru karena waktu sudah mendekati lebaran. Tapi naasnya esok pagi ia mendengar kabar bahwa orang yang selama ini diberinya makan telah meninggal tertabrak truk. Kumpulan cerita ini memang menceritakan kisah-kisah tragis, ironi, tanpa ada penyelesaikan dalam satu cerita. Tapi uniknya setiap cerita mampu memberi kesan yang dalam bagi pembaca. Rating 4/5 ⭐

Sabtu, 02 November 2019

Sinopsis Cerita Rakyat Bengkulu: Putri Serindu Hati dan Perbimbang

Putri Serindu Hati dan Perbimbang
  • Identitas Buku
Judul                  : Putri Serindu Hati dan Perbimbang
Penulis               : M. Yusuf
Penerbit              :Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kemdikbud
Tahun terbit        : 2016
Ketebalan buku  : vi;58 halaman, 21cm
ISBN                  : 978-602-437-092-3
Genre                : cerita rakyat


  • Tentang Penulis
M. Yusuf adalah seorang staf teknis di kantor Bahasa Bengkulu. Ia lahir di Padang, 13 Maret 1976. Penulis pernah bersekolah di IAIN Imam Bonjol jurusan Sastra Arab. Ia aktif dalam kegiatan pembinaan puisi dan musikalisasi puisi di Bengkulu. Selain cerita rakyat, Penulis pernah menerbitkan buku yang berjudul Peta Bahasa pada tahun 2008.
 
Putri dan Perbimbang sedang mengobrol di sawah
  • Sinopsis
Di buku ini diceritakan sepasang kekasih yang saling mencintai bernama Putri Serindu Hati dan Perbimbang. Awal mula mereka saling mengenal karena mereka sering pergi ke sawah bersama. Putri yang putus sekolah tidak begitu punya banyak teman, hanya Perbimbang seorang teman ngobrolnya. Hari2 yang mereka lalui membuat mereka saling suka hingga Perbimbang melamarnya. Hari itu mereka berjanji untuk bertemu dengan orang tua Perbimbang pekan depan. Mereka bermaksud mengutarakan niat mereka.

Pekan depan ketika Putri tiba di rumah Perbimbang, ia menemukan pengajian disana dan ibu Perbimbang yang menangis tersedu2. Ternyata itu adalah pengajian hari ketiga meninggalnya Perbimbang.
Putri yang baru mengetahui kabarnya masih tidak percaya, sampai ia melihat makam kekasihnya dan menangis tersedu2.
Di makam itulah keajaiban terjadi, makamnya runtuh membentuk lorong dan Putri melompat ke dalam. Ia terus berjalan memasuki lorong hingga tanpa sadar ia sudah masuk ke alam arwah. Di alam itu ia melihat banyak arwah yang disiksa, dengan rasa takut ia terus berjalan hingga ia sampai di pintu ke tujuh. Disana ia menemukan arwah Perbimbang. Putri bercerita apa yang terjadi dan rasa sedihnya ditinggal Perbimbang. Tiba-tiba datanglah seorang kakek yang membawa pesan ia diberikan kesempatan untuk hidup kembali dan menyuruh arwah Perbimbang masuk ke dalam telur yang di bawa Putri.

Dengan rasa percaya diri Putri kembali menyusuri lorong tanpa rasa takut, hingga ia kembali ke alam manusia. Disana orang tua Perbimbang dan warga masih berkumpul di makam. Di pecahkannya telur itu dan wujud Perbimbang kembali. Orang tua dan warga ikut bergembira dengan kembalinya Perbimbang. Setelah melalui banyak hal, akhirnya Putri dan Perbimbang melakukan pernikahan dan mereka hidup bahagia.

Putri sedang menangis di atas makam Perbimbang
Bagi yang mau baca tapi tidak punya bukunya tenang ya karena kemdikbud menyediakan versi pdf nya baca disini

Memetik Makna Kehidupan Masyarakat Kampung Manowa dari Novel Si Anak Badai

Si Anak Badai - Tere Liye
  • Identitas Buku
Judul                  : Si Anak Badai
Penulis               : Tere Liye
Penerbit              :Republika Penerbit
Tahun terbit        : 2019
Ketebalan buku  : 322 halaman, 21cm
ISBN                    : 978-602-5734-93-9
Genre                   : novel fiksi penunjang kepustakaan (SU)
Harga                   : Rp 70.000,00


  • Tentang Penulis
Tere Liye dengan nama aslinya Darwis, adalah salah satu penulis paling produktif di Indonesia. Lahir dan besar di Lahat, Sumatera. Karyanya banyak di kenal masyarakat, bahkan beberapa telah di filmkan. Novel-novelnya selalu menjadi bagian buku-buku best seller dan telah menerbitkan lebih dari 30 novel.
  •  Sekilas Tentang Novel Si Anak Badai
"Badai kembali membungkus kampung kami. Kali ini aku mendongak, menatap jutaan tetes air hujan dengan riang. Inilah kami, Si Anak Badai. Tekad kami sebesar badai. Tidak pernah kenal kata menyerah."

Seperti kutipan di atas, buku ini menceritakan sekumpulan anak-anak yang dijuluki Si Anak Badai yang hidup dan tumbuh ditemani suara aliran sungai, riak permukaan muara, dan deru ombak lautan. Mereka hidup damai di kampung Manowa hingga badai besar yang dibawa Sang Perompak datang menyerbu kampung. Badai sebenarnya yang akan meratakan rumah-rumah penduduk, yaitu proyek pelabuhan besar. Si Anak Badai yang penuh tekad dan keberanian berusaha mempertahankan apa yang menjadi milik mereka.

  •  Nilai Moral
Novel ini berkisah tentang kehidupan penduduk muara sungai yang jauh dari modernisasi, bahkan bisa di bilang tertinggal. Namun meski terpencil, penduduknya hidup damai dan tentram dengan nilai-nilai dan tradisi masih tertanam erat di kampung Manowa ini. Berikut beberapa hal yang bisa kita ambil nilai positifnya dari kehidupan masyarakat Manowa:

Mandiri

Saya sangat suka dengan dengan konsep penulis yang menanamkan kemandirian sejak dini. Penulis tidak pernah lupa menyisipkan pesan-pesan di setiap novelnya, seperti kali ini yang menceritakan anak-anak Manowa suka mencari uang tambahan dengan berenang dan mencari koin dari kapal penumpang setiap minggu, atau memancing dan menjual ikan di pasar.

Gemar Membantu Orang Tua

Seperti yang diceritakan di bab 2 dengan judul 'Membantu mamak', di rumah, Za dan adik-adiknya juga membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah, memasak, mencuci piring, membantu mamak mengukur baju ke rumah-rumah pelanggan, sesuatu yang sudah jarang ditemukan pada anak-anak perkotaan.
 
Bertanggung jawab 

Ketika Za dan Fatah membantu mamak mengukur baju Wak Sidik, ada kesalahan yang mereka lakukan, mereka salah ukur sehingga mereka harus mengukur ulang. Berangkatlah mereka ke rumah Wak Sidik, malangnya yang dicari tidak ada di rumah melainkan di kantor kecamatan. Karena rasa tanggung jawab yang mereka punya, mereka menyusul Wak Sidik ke kantor kecamatan dengan jalan kaki di tengah terik matahari dengan jarak 3 kilometer.
"Mamak menyuruh kita bertanggung jawab. Aku tidak mau pulang sebelum urusan ini selesai. Bisa panjang urusannya. Kita bisa di hukum tidur di teras rumah. Kalau kau tidak mau ikut, biar aku saja."- halaman 43

Setia Kawan

Di suatu bab di ceritakan bahwa Malim ingin berhenti sekolah dan mencari uang saja. Tentu saja teman-temannya tidak tinggal diam dengan keputusan Malim, ditambah ujian kelulusan sudah dekat. Bu guru yang setiap hari datang ke rumah Malin untuk membujuk Malim bersekolah kembali akhirnya putus asa. Tetapi Za dan teman-temannya tetap keras kepala membujuk Malim. Mereka datang ke bale setiap hari sepulang sekolah, tempat Malim mencari koin dari kapal penumpang, dan membujuknya untuk kembali sekolah. Meskipun Malim menolak, sempat juga Malim membuat temannya tercebur ke sungai dan membuat buku pelajarannya basah, mereka tetap bersikukuh membujuknya.
"Kami kawan kau, Lim. Kami tidak akan menyerah semudah yang kau kira. Kau harus kembali sekolah, Tenang saja, besok-besok, aku percaya kau bisa menjadi saudagar besar."
Gotong Royong 

Jembatan kayu penghubung masjid dengan kampung roboh ketika warga sedang solat subuh, untuk itu warga satu kampung gotong royong memperbaiki jembatan. Ibu-ibu ikut menyiapkan santapan, anak-anak juga membantu sebisa mereka apapun di kerjakan.

Pantang Menyerah

Ketika warga kampung terlihat pasrah dengan penggusuran kampung mereka, bahkan Pak Kapten yang paling vokal menentangpun di tangkap, anak-anak kampung Manowa tidak tinggal diam. Za dan teman-temannya menyusun rencana menggagalkan pembangunan pelabuhan itu. Walaupun beberapa kali gagal tapi mereka pantang menyerah dan terus mencoba. Hingga akhirnya mereka menemukan bukti yang tak terbantahkan bahwa kampung Manowa tidak layak untuk dijadikan pelabuhan besar.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Resensi Surat Kecil untuk Ayah Karya Boy Candra

Surat Kecil Untuk Ayah - Boy Candra
  • Identitas Buku
Judul                  : Surat Kecil untuk Ayah
Penulis               : Boy Candra
Penerbit             : PT Bukune Kreatif Cipta
Tahun terbit       : 2016
Ketebalan buku : viii+188 halaman, 13x19cm
ISBN                  : 9786022201700
Genre                : kumpulan cerita
  • Tentang Penulis
Boy Candra lahir 21 November 1989, menetap dan berproses di Padang, Sumatera Barat. Belajar serius menulis sejak 2011. Buku-buku yang sudah terbit: 1. Origami Hati, 2. Setelah Hujan Reda, 3. Catatan Pendek Untuk Cinta yang Panjang, 4. Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai, 5. Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu, 6. Surat Kecil Untuk Ayah, 7. Satu Hari di 2018 8. Buku puisi: Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua, 9. Sebuah Usaha Melupakan, 10. Pada Senja yang Membawamu Pergi, 11. Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi.
  • Blurb: 
Dear, Ayah

Apa kabar? Kuharap kau selalu dalam keadaan baik dan sehat. Tak terasa waktu bergulir dan aku beranjak dewasa. Tapi, semangat dan tenagamu untuk kami sekeluarga tak pernah pudar sedikit pun. 'Kagum' setidaknya hanya kata kecil yang bisa kuucapkan. Ayah, sungguh kuingin membuatmu bahagia juga bangga. Di relung hati kusematkan namamu dalam doa. Aku sayang Ayah. Maaf, aku tak pernah mengatakannya...

"Ada dua hal yang tidak pernah bisa dibeli dengan uang. Pertama, perasaan. Kedua, kesetiaan. Dan dua hal itu aku temukan di lelaki pilihanku. Jika benar yang kau permasalahkan adalah penghasilannya. Aku hanya ingin mengatakan padamu, kami masih muda. Kesempatan kami masih panjang. Sekarang dia sedang berjuang, dan aku pun sedang berjuang." - halaman 100
  •  Opini
Buku ini termasuk kumpulan surat yang di tulis untuk seorang ayah. Ada 18 surat di dalamnya. Salah satu judul favoritku adalah 'Persembahan untuk Ayah' yang bercerita tentang seorang anak yang ingin membalas budi kepada ayahnya yang telah membesarkan dan bersusah payah menghidupinya, membiayai kuliahnya walaupun ekonomi mereka terbilang susah. Dengan kegigihannya, akhirnya sang anak dapat membalas budi dengan mendapatkan beasiswa dan bantuan usaha membuat kios untuk ayahnya.

Well, buku ini tergolong ringan untuk dibaca. Surat-surat yang di tulis menarik walaupun ada beberapa surat galau, dan menurutku dari segi bahasa kurang cukup menyentuh. Aku kira kalau suratnya untuk orang tua pasti bakal menyentuh dan bikin nangis haru atau sedih. Tapi aku baca ini enggak. Cukup bagus tapi ga sampai yang bikin orang nangis bacanya. 😅 Rating 3,8/5⭐
"Karena cinta masa remaja yang paling indah adalah cinta yang masih rapuh dan labil. Cinta yang mudah patah. Cinta yang mudah bangkit kembali. Cinta yang jujur apa adanya." - halaman 154 

Kamis, 10 Oktober 2019

Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi Karya Boy Candra, Novelnya Para Manusia Patah Hati

Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi - Boy Candra

  • Identitas Buku
Judul                  : Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi
Penulis               : Boy Candra
Penerbit             : Mediakita
Tahun terbit       : 2016
Ketebalan buku : iv+284 halaman, 13x19cm
ISBN                  : 9789797945282
Genre                : novel romance
  •  Tentang Penulis
Boy Candra lahir 21 November 1989, menetap dan berproses di Padang, Sumatera Barat. Belajar serius menulis sejak 2011. Buku-buku yang sudah terbit: 1. Origami Hati, 2. Setelah Hujan Reda, 3. Catatan Pendek Untuk Cinta yang Panjang, 4. Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai, 5. Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu, 6. Surat Kecil Untuk Ayah, 7. Satu Hari di 2018 8. Buku puisi: Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua, 9. Sebuah Usaha Melupakan, 10. Pada Senja yang Membawamu Pergi, 11. Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi.

"Andai kamu paham bagaimana rasanya mencintai seseorang, yang terus memintamu mencintai orang yang lain." - halaman 161

  • Blurb: 
Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing yang mendekatimu.

Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sediakala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namu, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.

  • Opini
"Satu hal yang paling berbahaya bagi persahabatan, ketika kita meminta lebih dari sahabat, ketika kita mulai memainkan hati." - hlmn 104

Novel yang bercerita tentang para manusia patah hati, Kevin dan Nara. Mereka adalah sahabat dari kecil hingga suatu ketika Kevin mempunyai perasaan lebih terhadap sahabatnya tetapi ia tidak pernah mengungkapkannya. Berkali-kali Kevin dibuat patah hati oleh Nara karena sahabatnya berkali-kali menjalin hubungan dengan orang lain, dan ia tidak mampu mencegahnya. Tipikal laki-laki yang terlalu sabar dan kurang gercep. Sedangkan Nara, ia memiliki ritme kisah percintaan yang tragis, berulang-ulang jatuh cinta lalu ditinggalkan. Berkali-kali ia dibuat patah hati oleh kekasih-kekasihnya itu dan anehnya ia tidak pernah menyadari perasaan sahabatnya itu dan lebih memilih jatuh cinta dengan lelaki yang baru dikenalnya.

Aku kurang suka dengan karakter Nara ini, apalagi endingnya yang begitu terkesan dipaksakan. Ia tiba-tiba bisa jatuh cinta, tidak dijelaskan prosesnya perlahan. Jadi terlihat perasaannya terlalu terburu-buru. Dan yah, cerita ini sudah tidak cocok lagi denganku. Ternyata faktor umur juga mempengaruhi penilaian. Mungkin akan lebih mengena untuk pembaca remaja dan anak kuliahan. Rate 3/5⭐

Selasa, 17 September 2019

Resensi Novel Komet, Genre Fantasi Karya Tere Liye

Komet - Tere Liye

  • Identitas Buku
Judul                  : Komet
Penulis               : Tere Liye
Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit       : 2018
Ketebalan buku : 384 halaman, 20cm
ISBN                   : 9786020385938
Harga P. Jawa   : Rp 95.000,-
Genre                 : novel fantasi remaja
  • Tentang Penulis
Tere Liye dengan nama aslinya Darwis, adalah salah satu penulis paling produktif di Indonesia. Lahir dan besar di Lahat, Sumatera. Karyanya banyak di kenal masyarakat, bahkan beberapa telah di filmkan. Novel-novelnya selalu menjadi bagian buku-buku best seller dan telah menerbitkan lebih dari 30 novel.
  • Sinopsis Singkat
Setelah bertemu dengan musuh bebuyutan, Si Tanpa Mahkota dan telah dengan 'terpaksa' membebaskannya, dunia paralel sudah tidak aman lagi. Raib, Seli, Ali pergi ke klan komet mengejar Si Tanpa Mahkota untuk menggagalkan apapun rencananya. Mereka berpetualang dari pulau ke pulau untuk menemukan pintu masuk ke klan komet minor tempat benda pusaka yang diburu Si Tanpa Mahkota berada.

  • Opini
Novel ini, menurutku paling mengecewakan dibanding novel-novel sebelumnya. Pola ceritanya berulang, hanya hanya pergi dari satu tempat ke tempat lain seperti di novel bintang. Dan ending ceritanya pun bisa ditebak pasti yang dicari ditemukan di tempat terakhir. Jadi aku kurang menikmati ceritanya dan agak bosan. Aku kira cerita bakal berakhir di novel ini juga tetapi ternyata masih bersambung ya. Aku berharapnya penulis mau menulis cerita yang benar-benar baru bukan serial yang terlalu panjang. Tentu saja dari segi petualangan masih dibilang seru, ceritanya penuh dengan petualangan tetapi sekali lagi cerita yang mempunyai pola mirip kadang bikin bosan. Jadi ratingnya 3/5⭐

Featured post

Resensi Novel si Anak Badai Karya Tere Liye

  Si Anak Badai - Tere Liye Identitas Buku Judul                   : Si Anak Badai Penulis                : Tere Liye Penerbit   ...

Popular Posts